Kampus
Berita Nasional

Heru Budi Wasesa Apresiasi Transformasi Unhan

05 Oktober 2025 Hermawan Naha 1.245 Dibaca
Berita Nasional

Heru Budi Wasesa: Universitas Pertahanan Berperan Strategis Mencetak TNI Intelektual dan Profesional

Mahasiswa

JAKARTA – Heru Budi Wasesa menegaskan bahwa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung transformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi institusi yang semakin profesional, modern, dan berorientasi pada pengembangan intelektual. Menurut Ketua Alumni Universitas Pertahanan RI periode 2018–2023 tersebut, kehadiran Unhan sejak didirikan pada tahun 2009 merupakan langkah strategis negara dalam membangun sumber daya manusia pertahanan yang mampu menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global yang terus berkembang.

Dalam paparannya mengenai transformasi pendidikan pertahanan, Heru menjelaskan bahwa Unhan tidak hanya bertujuan mencetak prajurit yang memiliki kemampuan tempur, tetapi juga menghasilkan insan pertahanan yang memiliki kapasitas akademik, kemampuan berpikir strategis, serta wawasan kebangsaan yang kuat. Ia menilai perpaduan antara kompetensi militer dan intelektual menjadi modal utama dalam memperkuat profesionalisme TNI di masa depan.

Heru mengungkapkan bahwa pendirian Universitas Pertahanan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didasarkan pada rekomendasi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) bersama Kementerian Pertahanan. Sejak awal, kampus tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi antara kalangan militer dan sipil melalui berbagai program pendidikan, termasuk program pascasarjana yang memberikan kesempatan kepada masyarakat sipil untuk memperoleh beasiswa di bidang pertahanan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program studi yang dibuka, seperti strategi perang semesta, energi, diplomasi, manajemen pertahanan, hingga kajian geostrategi, disusun untuk menjawab perkembangan lingkungan strategis internasional. Sebagai alumni angkatan kedua Unhan tahun 2010, Heru merasakan langsung bagaimana kurikulum pendidikan pertahanan mampu membentuk pola pikir yang lebih komprehensif dalam melihat persoalan bangsa.

Selain memperkuat kualitas akademik, Unhan juga aktif menjalin kerja sama internasional melalui berbagai forum pertahanan, termasuk dengan organisasi International Civil Defence Organization (ICDO). Menurut Heru, kolaborasi bersama berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat memberikan nilai tambah berupa pertukaran wawasan, pengalaman, serta perkembangan teknologi pertahanan modern yang dapat diadaptasi Indonesia.

Heru juga menyoroti transformasi kelembagaan TNI yang semakin diperkuat melalui pembaruan regulasi, termasuk Undang-Undang TNI yang memberikan ruang lebih luas terhadap pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ruang lingkup tugas tersebut meliputi penanggulangan ancaman siber, perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, hingga berbagai tugas kemanusiaan yang membutuhkan profesionalisme tinggi.

Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam menambah jumlah Komando Daerah Militer (Kodam) dari 15 menjadi 21 juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan wilayah serta menjaga sumber daya alam nasional, khususnya di luar Pulau Jawa. Dengan distribusi kekuatan yang lebih merata, TNI diharapkan mampu menjalankan fungsi pertahanan negara secara lebih efektif.

Sebagai mantan Ketua Umum Ikatan Alumni Unhan, Heru menilai ribuan lulusan Universitas Pertahanan yang kini tersebar di berbagai institusi pemerintah, TNI, Polri, BUMN, sektor swasta, hingga kalangan akademisi merupakan aset bangsa yang harus terus diberdayakan. Mereka memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan maupun implementasi program strategis nasional.

Saat ini Universitas Pertahanan terus berkembang melalui pembukaan berbagai program pendidikan, mulai dari diploma hingga doktoral. Pengembangan kampus di Atambua, Sentul, Salemba, dan berbagai lokasi lainnya menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan pertahanan nasional. Heru berharap Unhan tetap menjadi pusat pengembangan ilmu pertahanan yang mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang disiplin, berintegritas, unggul dalam keilmuan, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menutup pernyataannya, Heru mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung profesionalisme TNI sebagai institusi negara yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia meyakini bahwa sinergi antara kekuatan militer, dunia akademik, dan masyarakat sipil akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia sekaligus mewujudkan sistem pertahanan negara yang semakin kuat, modern, dan berdaya saing di tingkat global.

128 Like

Berita Terkait