Senangnya Kuliah Di UPA, Dosen Bagaikan Keluarga Sendiri

Pengakuan mengejutkan datang dari sejumlah mahasiswa di Univerisitas Patria Artha.

Mereka pada umumnya setuju, bahwa, kuliah di UPA mampu membangun hubungan emosional antara dosen dan mahasiswa melebihi sekadar kontrak belajar.

“Lebih dari itu. Kami merasa diperhatikan. Seperti sudah dianggap keluarga. Kalau misalnya di dalam kelas ada yang tidak hadir kuliah biasanya dosen hafal, dan langsung ditelpon untuk ditanyakan kendalanya,” ungkap Ariyanti L. Maki, mahasiswa D3 Kebidanan UPA.

Hal senada disampaiakan Yoko, mahasiswa S1 Kesehatan masyarakat. Yoko mengaku, selama ini, dukungan dari para dosen sangat besar. Bukan hanya mengajar dan membimbing, hampir seluruh dosen di UPA aktif untuk mencari tahu kesulitan-kesulitan yang di hadapi mahasiswanya.

“Saya juga heran. Kadang teman-teman dari kampus lain cerita, kalau mereka susah ketemu dosennya. Apalagi kalau mau bimbingan tugas akhir. Lah, kita di UPA justru dosen yang selalu aktif bertanya apa kendala-kendalanya,” kata Yoko.

Sebagai mahasiswa rantau, Ariyanti dan Yoko merasa sangat senang dengan besarnya perhatian dari dosen-dosen mereka.

“Sebagai orang yang jauh dari keluarga. Kehadiran dosen-dosen kami rasanya bisa menggantikan posisi orang tua dan keluarga selama kami di sini,” kata Ariyanti yang merupakan warga asli NTT.

Sedangkan Yoko yang berasal dari Papua mengaku pihaknya tidak pernah kesepian. Hal ini karena dukungan dosen-dosen yang sangat perhatian dan juga teman-teman yang selalu memberikan semangat dan dukungan moril. (NUU)