OPINI: Desain Pembelajaran Berbasis Kompetensi Era Pendidikan 4.0 (Bagian-1)

Pendidikan 4.0 (education 4.0) adalah istilah umum yang digunakan oleh para ahli teori pendidikan untuk menggambarkan berbagai cara dalam mengintegrasikan teknologi cyber baik secara fisik maupun tidak ke dalam pembelajaran.

Pendidikan 4.0 merupakan lompatan dari pendidikan 3.0, dimana pendidikan 3.0 mencakup pertemuan ilmu saraf, psikologi kognitif dan teknologi pendidikan menggunakan teknologi digital dan mobile berbasis web, termasuk aplikasi, perangkat keras dan perangkat lunak.

Pendidikan 4.0 merupakan fenomena yang merespon kebutuhan munculnya revolusi industri keempat atau (RI 4) dimana manusia dan mesin diselaraskan untuk mendapatkan solusi, memecahkan masalah dan menemukan inovasi baru.

Perjalanan munculnya revolusi industri 4.0, dimulai dari Industri 1.0  tahun 1784 berdasarkan peralatan produksi mekanik yang digerakkan oleh tenaga air dan uap.

Lalu, Industri 2.0 (1870): berdasarkan produksi massal yang dimungkinkan oleh pembagian kerja dan penggunaan energi listrik.

Industri 3.0 tahun 1969 berdasarkan penggunaan elektronik dan TI untuk lebih mengotomatisasi produksi.

Kemudian Industri 4.0 tahun 1990, berdasarkan penggunaan sistem cyber-fisik.

Fakta bahwa saat ini kita berada pada era industri 4.0 ditandai dengan inovasi dan kemajuan dipimpin oleh kemunculan kecerdasan buatan, robotika, pencetakan 3D, halaman internet, dan lain sebagainya.

Segala hal menjadi tanpa batas dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0 salah satunya adalah persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT) dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek literasi data, literasi teknologi, and literasi manusia.

LITERASI BARU

Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya era revolusi industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi lama, yaitu kompetensi membaca, menulis dan menghitung sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat.

Literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia adalah literasi baru yang harus dimiliki oleh seseorang atau lulusan perguruan tinggi.

Literasi data adalah kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Literasi teknologi adalah memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence & engineering principles). Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, desain, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Dengan demikian proses pembelajaran harus mengintegrasi capaian pembelajaran melalui capaian bidang literasi lama, literasi baru dan bidang keilmuan.

(diolah dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *