Kesmas UPA Sosialisasi Penyakit Tidak Menular

Sosialisasi penyakit tidak menular

Komitmen Civitas Akademika Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Kesehatan Universitas Patria Artha (UPA) dalam menunjukkan kepedulian sosialnya ke masyarakat, melalui program penyuluhan edukasi pentingnya menjaga kesehatan terus diwujudkan.

Salah satunya dengan melakukan program pengabdian masyarakat melalui penyuluhan penyakit tidak menular, di Rumah Harapan Indonesia dengan melibatkan dosen tetap dan mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kamis (08/06).

Ketua Prodi Kesmas UPA, Dian Ekawaty menjelaskan, pada program ini yang menjadi sasaran dalam pengabdian ke masyarakat ini adalah anak-anak penderita penyakit tidak menular namun tergolong penyakit mematikan.

Kata dia, rumah harapan adalah tempat singgah bagi anak-anak penderita PTM dari berbagai daerah baik dari Pulau Sulawesi maupun Luar Sulawesi.

“Di rumah harapan ini untuk bulan juni terdapat 16 anak, namun saat kami datang tinggal 5 anak yang berada di rumah singgah selebihnya sedang mendapat perawatan di RS Wahidin sebanyak 6 orang anak, dan adapula yang sudah balik ke kampung halaman mengingat telah hampir lebaran,” ujarnya.

Dian Ekawaty menuturkan, penyakit yang di derita anak-anak ini diantaranya talasemi, tumor di hidung dan leukimia.

” Yang menjadi ketertarikan kami karena anak-anak penderita penyakit ini tetap semangat untuk bersekolah, meskipun kadang di sekolah mereka jatuh pingsan akibat penyakitnya namun tetap semangat menuntut ilmu demi masa depan mereka,” tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti Saritah anak perempuan penderita talasemia ini ternyata baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan sebentr lagi akan memasuki bangku SMA, mereka menceritakan setiap bulan harus izin dari sekolah untuk datang ke Makassar melakukan pengobatan karena setiap bulan harus melakukan transfusi darah minimal 2 kantong darah per bulannya.

Dijelaskan Dian Ekawaty, Rumah harapan ini memberikan fasilitas bagi penderita PTM dan keluarga untuk tinggal selama pengobatan dan semuanya gratis, pembiayaan sehari-hari didapatkan dari donatur tetap maupun donatur tidak tetap, namun Alhamdulillah selama 2 tahum berdiri selalu berkecukupan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dosen dan mahasiswa mendapat banyak pelajaran bahwa pentingnya mencegah penyakit melalui pola hidup sehat, kesehatan harga mahal karena jika tubuh kita telah terdapat bibit penyakit maka bersiaplah mengeluarkan biaya yang banyak untuk pengobatan,”paparnya. (SDM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *