Kagum, Pejabat Kemenristek Dikti Puji Pertanyaan Kritis Mahasiswa UPA

Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu Kemenristekdikti, Dr. Syahrul Aminullah hadir memberikan kuliah umum dihadapan puluhan mahasiswa Universitas Patria Artha, Selasa (05/06).

Mengangkat tema “Hilirisasi Ilmu Kesehatan Dalam Mendukung Daya Saing Bangsa”, kegiatan ini Kuliah umum ini dibuka Direktur Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Patria Artha (UPA), Andi Murni.

Kehadirannya tentu dimanfaatkan puluhan mahasiswa untuk menimba ilmu pada pejabat di Kemenristekdikti tersebut, melalui sesi pertanyaan.

Salah satunya pertanyaan dilontarkan, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Prodi Keperawatan Semester VI, Syahru Ramadan. Terkait persyaratan mahasiswa di kampus swasta yang berhak memperoleh beasiswa maupun mendapat pekerjaan dan kadang terkendala karena adanya akreditasi kampus.

Untuk itu, kata Ketua UKM Medical Emergency (ME) UPA, M.Syahru Ramadhan, seharusnya kebijakan tersebut ditinjau karena merugikan mahasiswa di kampus swasta yang berprestasi. Sehingga nantinya tak ada lagi mahasiswa terkendala syarat akreditasi dan harus mengurungkan cita-citanya memperoleh beasiswa terbaik.

“Sebaiknya Kemenristekdikti segera meninjau kebijakan penerapan akreditasi kampus swasta dalam hal persyaratan memperoleh beasiswa ataupun bekerja, karena banyak mahasiswa berprestasi di kampus swasta jadi korban. Hanya karena persoalan persyaratan tersebut,” tegasnya.

Padahal, kata dia, disisi lain, generasi muda dituntut mampu membawa Indonesia lebih banyak berbicara di level internasional dan masyarakatnya yang maju serta moderen tapi di persulit dengan kebijakan tersebut.

“Di negara sendiri terlalu mengedepankan tinta di atas kertas di banding kompetensinya, coba kalau kita perhatikan di luar negeri seperti tenaga kerja keperawatan di Jepang mereka lebih mengutamakan persyaratan kompetensinya di banding persyaratan yang lain. Nah mungkin bapak bisa memberi tanggapan terkait hal ini dan sekaligus solusinya,” ujarnya disambut tepuk sorak mahasiswa lainnya.

Sontak mendengarkan pertanyaan tersebut Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu Kemenristekdikti, Dr. Syahrul Aminullah, kaget dan kagum.

Bahkan, menurutnya pertanyaan mahasiswa ini kritis padahal baru semester 6. Untuk pertanyaan tersebut menurutnya selevel dengan pengelola perguruan tinggi.
Atas pertanyaan tersebut, Dr Syahru memaparkan, pertanyaan mahasiswa ini tentu menjadi salah satu perhatiannya khususnya terkait akreditasi.

“Betul kalau secara pribadi saya setuju bahwa seharusnya di uji dulu kemampuan kompetensinya kalau memang layak harus di terima walaupun mungkin akreditasinya belum cukup menunjang,”tuturnya .

Diakuinya, saat ini dengan peraturan barunya sudah mengubah istilah akreditasi A,B,C menjadi baik, sangat baik, dan memuaskan.

Jadi perusahaan, institusi kerja tidak boleh lagi memandang bahwa dengan akreditasi C kemampuannya di bawah, tapi sudah melihat bahwa keterampilan/kemampuannya baik,sangat baik atau bahkan memuaskan.

“Sehingga daya serap tenaga kerja muda dapat maksimal, serta dapat mengurangi tingkat pengangguran mahasiswa yang telah kuliah dan meningkatkan persaingan di level internasional,”ujarnya.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa munculnya akreditasi sebagai bentuk daya saing perguruan tinggi. Dengan adanya daya saing maka universitas akan berpikir lebih maju dan moderen lagi pastinya.

Oleh sebab itu, imbuh dia, bagi universitas atau perguruan tinggi yang memang belum mencapai akreditasi yang minimal sangat baik harus segera sadar dan berbenah agar tidak ketinggalan dengan zaman dan daya saing dari universitas lainnya.

“Jadi buat mahasiswa yang ada di swasta tidak usah khawatir dengan kebijakan ini, karena pemerintah masih tetap terus berusaha untuk memberi pelayanan terbaik buat mahasiswa yang berkompeten agar mampu bersaing di level internasional,” paparnya. (SDM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *