Waspada Jajanan Ramadan, Begini Tips Ala Sekretaris Prodi Kesmas Patria Artha

Sekretaris Prodi Kesehatan masyarakat UPA

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Makanan menjadi kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup.

Manusia memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan asupan makanan. Di lain pihak, makanan juga bisa menjadi media pembawa penyakit.

Terlebih saat Bulan Ramadhan, muncul berbagai macam jajanan, sebab peminat jajanan meningkat drastis.

Agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, tanpa khawatir untuk jajan ada baiknya konsumen teliti dalam memilah dan memilih jajanan untuk berbuka puasa.

Menurut Sekretaris Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Patria Artha (UPA) Ulfah Mahfudah, salah satu menu berbuka puasa yang sangat digemari adalah gorengan dan es buah atau sejenisnya.

Kata dia, jenis makanan ini diminati karena mudah didapati di beberapa tempat seperti di pinggir jalan. Dengan kondisi tersebut tentunya potensi bakteri dan bahan tambahan pangan berbahaya pada jenis makanan ini patut diwaspadai.

“Pada jenis jajanan gorengan pinggir jalan perlu diwaspadai adanya logam berat Timbal (Pb), karena jenis zat kimia ini berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi udara dan dapat mencemari jajanan di pinggir jalan,” ujarnya.

Dampak kesehatannya dapat menimbulkan gangguan pada sistem syaraf, fungsi ginjal, anemia, dan masih banyak gejala lainnya.

Ulfah sapaan akrabnya menuturkan, Timbal (Pb) menjadi ancaman nyata yang tidak disadari. Hal ini dibuktikan pada penelitian analisis kadar timbal (Pb) dan dampak kesehatan konsumsi gorengan pinggiran jalan Kecamatan Tallo oleh Risma yang menemukan dari 7 sumber jajanan bakwan goreng pinggir jalan, semuanya terdeteksi mengandung timbal (Pb) dan 4 diantaranya melebih ambang batas yang diperbolehkan.

Jenis panganan lainnya, ungkap dia, pada es buah kita sering menjumpai cincau di dalamnya. Potensi cincau mengandung boraks, karena teksturnya yang sangat kenyal.

Lalu, boraks ini menunjang penampilan makanan, namun dilarang penggunaannya pada makanan sebab berbahaya bagi tubuh dan termasuk dalam daftar bahan tambahan pangan berbahaya yang diatur dalam undang-undang.

Kata Ulfah, dari aspek biologi, salah satu penyakit yang sering muncul adalah diare dan keracunan makanan. Lalu, pada aspek fisik, makanan harus bersih, segar, penyimpanan yang terjaga sehingga kualitas makanan tetap baik.

“Makanan yang sehat tentunya harus memenuhi kriteria higienis (bersih) dan aman. Makanan yang higienis harus memenuhi syarat fisik, biologi, dan kimia. Untuk mengetahui secara pasti, makanan maupun peralatan makan harus diperiksakan di laboratorium. Di sisi lain, kita tidak mungkin memeriksakan ke laboratorium setiap jajanan yang kita beli,” ungkapnya.

Untuk itu, ada beberapa hal patut diperhatikan agar dapat terhindar dari hal tersebut di atas. Yakni, jangan membeli makanan di pinggir jalan yang tidak tertutup dan memilih makanan bersih, sehat, dan masih segar.

Hal lainnya, apabila hendak membeli makanan maka perhatikan kebersihan tubuh penjualnya dan tata cara dalam menyajikan makanan.

Tentunya pastikan penjual tidak memegang langsung makanan yang akan dipindahkan ke dalam kemasan, bisa menggunakan alat penjepit, sendok, atau plastik pelindung.

“Hal ini penting sebab tangan bisa menyentuh apa saja selain makanan, sehingga ada potensi perkembangbiakan bakteri pada tangan,”paparnya.

Dijelaskan Ulfah, tips lainnya jangan membungkus jajanan menggunakan kertas bekas atau koran, sebab tinta yang terdapat pada koran mengandung zat karsinogenik (berpotensi menimbulkan kanker). Kemudian, jangan membungkus makanan panas menggunakan plastik, karena zat berbahaya pada plastik dapat terurai ke dalam makanan.

“Jangan menggunakan kantung plastik hitam untuk membungkus makanan, karena kantung tersebut terbuat dari bahan daur ulang. Belilah jajanan ditempat terpercaya,”terangnya.

Dan, hal lainnya perlu diperhatikan konsumen apabila membeli jajanan berkemasan, periksa tanggal kadaluarsa nya terlebih dahulu. Makanan dengan warna yang sangat mencolok/sangat terang terindikasi menggunakan bahan pewarna tekstil, untuk memastikannya, perlu dilakukan uji laboratorium. Pewarna tekstil dilarang penggunaannya pada makanan. (SDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *