Tak Ada Celah untuk Teroris di UPA

Suhendra

Pemikiran yang individualisme dari mahasiswa seharusnya dibuang dan beralih pada pemikiran sosial dengan mewujudkan kehidupan bernegara dan bernegara.

Apalagi, keberadaan mahasiswa sebagai agent of change dan social control.

Menurut Direktur Utama Lembaga Manajemen Universitas Patria Artha, Suhendra S, agent of change yaitu suatu tindakan yang membawa suatu keadaan dari kondisi yang kurang baik ke kondisi yang lebih baik, dan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

“Selalu dari pemikiran mahasiswa harus ada pemikiran hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari besok harus lebih baik dari hari ini,” ujarnya.

Di UPA, sejak tahun 2013 telah memasukan dalam kurikulumnya konsep bela negara menjadi satu mata kuliah.

Kata dia, mata kuliah ini dikerjasamakan dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (Lanud Hasanuddin). Karena yayasan PA dan Rektorat saat itu sudah meilihat ancaman akan integritas bangsa pada generasi muda.

Paham radikalisme sudah semakin jauh kedalam kehidupan kampus, bahkan sudah “mengkontaminasi” dosen sendiri.

“Maka dalam kurikulum bela negara di tuntut membentuk mahasiswa UPA, yang selain menjadi agen perubahan dalam kehiupan sosial juga tidak melupakan nilai nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air,” tuturnya.

Serta tidak melupakan jasa para pahlawan yang membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar.

Dengan pemahaman bahwa Bhineka Tunggal Ika merupakan simbol kemajemukan bangsa Indonesia, maka mahasiswa di UPA adalah generasi muda agen perubahan yang anti dengan paham radikalisme. Satu kata di UPA “ Say No to terorism”. (SDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *