Kisah Inspiratif: Hijrah Setelah Terluka

Indra, Mahasiswa UPA

Allah punya cara tersendiri untuk mengingatkan hambanya akan keberadaan-Nya. Juga tentang besarnya kasih saya Allah terhadap hambanya.

Seperti yang dialami Indra Surya Dewa. Mahasiswa semester 4 Jurusan Kesehatan Masyarakat , Univeristas Patria Artha.

Bagi sebagian orang, utamanya remaja seusia Indra patah hati adalah hal yang biasa. Namun, tidak bagi Indra.

Perpisahannya dengan teman wanita pertamanya jusetru membawa Indra lebih dekat dengan sang pecipta.

Kisah hijrah, Ketua UKM Seni UPA ini, harus nya menjadi contoh sesamanya remaja.

“Awalnya saya putus dengan pacar pertama saya. Hampir satu bulan keliling daerah untuk menenangkan diri. Saya ke Malino, Maros, Bantaeng, Bulukumba dan berbagai daerah lainnya,” kata Indra.

Hidayah mendatangi Indra lewat seorang teman yang mengajaknya mengikuti suatu kajian.

“Pas pulang dari Bulukumba itu saya diajak ikut kajian sama teman. Kajiannya Ustad Fakhrurozi,” kata Indra.

Dia melanjutkan, suatu kebetulan, saat itu di Masjid Nurul Hikmah-MIM ada sebuah kajian rutin ustad dan tema nya dirasa sangat pas bagi Indra.

“Temannya, “Kesengsaraan seorang jomblo” nah itu disitu saya langsung ngefans sama ustad Fakhrurrozi ini,” katanya.

Setelah kajian itu, Indra mengaku dapat berpikir jernih lagi. Saat ini Indra lebih aktif dalam organisi Spriritula Care UPA dan lebih rajin memperdalam ilmu agamanya.

“Kenapa bisa sangat mencintai dia makhluknya, sedangkan yang menciptakannya dan yang menciptakanku adalah DIA. Kenapa saya tidak Mencintai DIA sebesar saya mencintai dia dulu dan kalau sya mencintai DIA dari dulu mungkin tidak terjadi seperti sekarang ini,” sesal Indra saat itu.

Hingga saat ini, Indra dikenal sebagai pribadi lebih dekat dengan Allah. Dan pihaknyapun berjanji akan terus berada di jalan hijrah menuju Allah. (NUU)

One thought on “Kisah Inspiratif: Hijrah Setelah Terluka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *