Beprestasi, Jadi Atlet Tarung Drajat karena Salah Paham

Berawal dari salah paham, atlet muda ini mendapat 2 medali emas POMNAS.

Gita Mawarni, mahasiswi Keperawatan Semester 4 Universitas Patria Artha (UPA) ini senang dalam berolahraga.

Saat ini ia tergabung dalam UKM Tarung Drajat dan telah mendapatkan 2 medali emas dari ajang POMNAS yang diadakan oktober 2017 lalu.

Berawal dari salah paham, Gita Mawarni menceritakan awal kisahnya bergabung dengan UKM Tarung Drajat.

Menurutnya, masuk di UKM ini bukan niat dari awal, tapi semua dikarenakan dirinya mengira jika UKM tersebut diwajibkan kepada seluruh mahasiswa, namun nyatanya tidak.

Dan ternyata,Memilih UKM adalah sebuah kebebasan untuk mahasiswa itu sendiri.

“Iya, saya mengira kalau mahasiswa wajib mengikuti UKM itu namun nyatanya saya salah paham, tetapi karena saya sudah terlanjur latihan dan nyaman dengan teman-teman di UKM Tarung Drajat, maka saya melanjutkannya hingga saya bisa mengikuti ajang POMNAS tahun lalu,” ujarnya.

Perempuan berusia 18 tahun ini menuturkan, masuk di UKM Tarung Drajat banyak hal yang sudah diraih dan telah mengharumkan nama Kampus.

Diantaranya, pernah meraih juara 1 pada lomba senam BHD (Bantuan Hidup Dasar) se-SULSEL bersama timnya dari prodi keperawatan.

Dari prestasi itu membuat Gita sangat senang dengan bidang olahraga.
Tarung derajat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia yang menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang.

Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya.

Pada tahun 1998, Tarung Derajat resmi menjadi anggota KONI. Sejak itu, Tarung Derajat memiliki tempat di Pekan Olahraga Nasional.

Tak hanya mengasah kemampuan dalam bidang seni bela diri. Rupanya, Gita Mawarni juga gemar melakukan olahraga lainnya, seperti menembak yang telah ia ikuti semenjak SMP.

Di olahraga tersebut, perempuan cantik ini pernah mendapatkan juara 3 di bidang target 10 meter pada ajang PRAPORDA Januari lalu.

Namun karena matanya mulai minus, maka saat ini lebih fokus pada bidang olahraga tarung drajat.

Menurutnya olahraga ini bagus, karena mengajarkan tentang bela diri dan telah didukung oleh orangtuanya.

Apa yang diraih Gita saat ini bukan perkara mudah. Tentunya kadang menghadapi kendala, seperti saat harus beberapa kali izin perkuliahan demi latihan persiapan POMNAS hingga persoalan teknis.

“Saya pernah merasakan sampai ban motor bocor menuju lokasi latihan, dari itu harus mendapat omelan dari pelatihnya. Namun, itu semua tidak mematahkan semangatnya karena justru memotivasi saya untuk lebih baik lagi,” kenangnya.

Bagi Gita untuk menjadi lebih baik dibutuhkan sebuah perjuangan, dan inilah yang terus dipegang teguh agar senantiasa jangan menyerah dengan mimpimu.

“Ketika saya mengingat kata itu, seketika titik jenuh dan kemalasan saya hilang dan saya terus bersemangat demi membahagiakan orang tua saya, demi melihat orang tua saya bangga,”tuturnya. (SDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *