Tunggu Tanggal Mainnya! UPA Bakal Jadi Pusat Holistic Neurosains Terapan di KTI

Ingin tampil cantik dan memiliki wajah jauh lebih mudah 10 tahun dari usia yang anda miliki. Kini untuk mendapatkan perawatan tersebut tak perlu jauh-jauh ke Luar negeri maupun ke Pulau Jawa, karena sebentar lagi jenis perawatan tersebut akan dihadirkan Universitas Patria Artha (UPA).

Jenis perawatan tersebut akan dihadirkan UPA dalam sebuah layanan yang disebutnya sebagai Pusat Holistic Neurosains Terapan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Rektor UPA, Bastian Lubis mengatakan, melalui Pusat Holistic Neuro Sains Terapan Universitas Patria Artha stimulasi kecantikan dengan merangsang hormon colagen akan dihadirkan.

Hadirnya layanan itu pula, kata dia, dilengkapi dengan hadirnya program penapisan dan stimulasi anak, remaja dan dewasa. Ada pula layanan herbal therapy, fisioterapy, wellness center dan BR Scan.

“Untuk memaksimalkan layanan Holistic Neurosains Terapan ini, kami melakukan kunjungan ke RS Holistic Purwakarta,  dan ke Caya Laboratorium Klinik sehingga ada pengetahuan tambahan bisa diperoleh sebelum dioperasikan nantinya,”ujarnya, Sabtu (21/04).

Hadir dalam kunjungan tersebut Rektor UPA  Bastian Lubis, Distributor Alkes Jonatan, Owner Caya Lab Klinik Bambang Wahono, Dokter Olahraga dan Kecantikan RS Jakarta Dr Susetyo Sueatno,Sp.KO, Owner RS Holistic Purwakarta Dr Husen A Bajry Phd, Direktur Pusat Holistic Neurosains Terapan UPA Abdul Rahman dan Suvervisor Klinik Patria Lestari Jimmy Lubis.

Direktur Pusat Holistic Neurosains Terapan UPA Abdul Rahman menambahkan, dalam membantu program pemerintah dibidang kesehatan Pusat Kesehatan Holistic Neuro Sains Terapan Universitas Patria Artha melakukan beberapa riset dan innovasi dalam rangka berperan aktif memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertuang pada pembukaan UUD 1945.

Salah satunya tentu, dengan rencana dihadirkan layanan Holistic Neurosains Terapan terbesar di KTI.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Owner RS Holistic Purwakarta Dr Husen A Bajry menuturkan, hidup di abad millenium ini keberadaan orang sehat menjadi langka, padahal kondisinya teknologi kian canggih khususnya di dunia kedokteran yang semakin canggih dan jumlah Rumah Sakit yang semakin banyak. Tapi, kenapa daya tahan tubuh manusia semakin berkurang.

“Tentu tak dipungkiri ungkapan sehat itu murah dan sakit itu mahal,dengan sehat kita bisa berbuat dengan sakit semua akan terhambat. Makanya, sehat hari ini harus dipelihara, sehat hari esok harus dijemput,”tuturnya.

Maka dari itu  diperlukan untuk melakukan pendekatan kesehatan secara holistic,dengan memanfaatkan kemayaan alam yang tersedia karena Indonesia merupakan surganya dunia. (SDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *