Pembukaan Prodi Baru UPA Akan Berbasis STEM

Pihaknya tidak menampik jika bidang STEM ini merupakan primadona di jenjang profesional.

Jumlah mahasiswa vokasi bidang science, technology, engineering, dan mathematic (STEM) di Indonesia hanya 5,6 persen dari total mahasiswa.

Padahal, saat ini lulusan vokasi STEM sangat dicari untuk pemenuhan kebutuhan industri.

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Patdono Suwignjo telah menekankan, peningkatan jumlah mahasiswa vokasi harus didukung dengan sejumlah aturan. Salah satunya, yakni tak mengizinkan pembukaan program studi di luar STEM.

Salah satu kampus yang telah menerapkan aturan tersebut adalah Universitas Patria Artha (UPA).

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UPA Partono Soemaryo bahkan menegaskan, semua program studi baru yang akan dibuka nantinya akan berbasis STEM.

“Kita berharap prodi yang akan dibuka kedepan berbasi STEM sesuai aturan DIKTI,”ujar Partono.

Pihaknya tidak menampik jika bidang STEM ini merupakan primadona di jenjang profesional.

Sebelumnya menurut Partono, tahun ini UPA telah menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja.

Lewat KKNI, alumni mendapat pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *