Dosen UPA Ikut Coaching Cara Jitu Dapat Penelitian Kemenristekdikti

LP2M

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UPA, Nurmiati,  tujuan workshop untuk  meningkatkan pemahaman dosen peneliti tentang kebijakan  pengelolaan penelitian di Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, tentang skema penelitian,  meningkatkan pengetahuan dalam menyusun proposal sesuai standar yang ditentukan.
DOSEN Universitas Patria Artha (UPA) senantiasa berupaya meningkatkan pengetahuan mereka dalam hal mengelola proposal penelitian agar dapat memperoleh dana hibah dari Kementerian, Riset, Teknologi dan  Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Salah satunya dilakukan dengan mengikuti workshop dan klinik penulisan proposal penelitian  tahun 2018, yang diselenggarakan di Hotel Grand Asia,  selama tiga hari 27-29 Maret 2018.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Riset  dan Pengabdian Masyarakat  Direktorat Jendral Penguatan  Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Universitas Bosowa.
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut pakar penelitian yang ditunjuk oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat.
Kegiatan diikuti sebanyak 78 peserta dari dosen peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia Timur. Dosen UPA menjadi salah satu peserta workshop tersebut, yakni Dosen Program Studi Manajemen Informatika, Fakultas Teknik UPA, Muh Rais.
Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UPA, Nurmiati,  tujuan workshop untuk  meningkatkan pemahaman dosen peneliti tentang kebijakan  pengelolaan penelitian di Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, tentang skema penelitian,  meningkatkan pengetahuan dalam menyusun proposal sesuai standar yang ditentukan.
Selain itu, kata dia,  untuk meningkatkan  pemahaman dosen peneliti tentang standar biaya keluaran sub output penelitian,  tingkat kesiapan terapan teknologi  dan roadmap penelitian.
“Hasil dari workshop diharapkan dosen peneliti dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas proposal yang diusulkan melalui Simlitabmas,” ujarnya.
Materi workshop yang diberikan, yakni  presentasi dan diskusi tentang kebijakan pengelolaan penelitian,  standar biaya keluaran sub output penelitian, tingkat kesiapan terapan teknologi dan roadmap penelitian.
Pada kesempatan itu juga peserta juga dibekali materi presentasi dan diskusi tentang skema-skema penelitian sesuai panduan pelaksanaan  penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
“Tak hanya memberikan materi saja, peserta diberi kesempatan berdiskusi dalam klinik dan konsultasi penyusunan proposal penelitian,” terangnya.
Sementara itu, Dosen Manajemen Informatika Fakultas Teknik UPA, Muh Rais mengaku sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan mengikuti workshop, karena banyak hal yang dapat diperoleh dalam memperkaya pengetahuan membuat proposal penelitian agar bisa lolos dalam penilaian Kemendikti.
“Manfaatnya banyak, kami diajarkan tentang kata kunci dan metode yang harus diperhatikan dalam kebaharuan penelitian,” paparnya. SDM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *