Ini Trik LP2M UPA Menangkan Simlitabmas Dikti

LP2M

Menurut Ketua LP2M, Nurmiati, workshop dilakukan agar dosen memiliki kemampuan lebih dalam tentang proposal yang diajukan, sehingga ketika nantinya dimasukkan peluang untuk bisa memperoleh bantuan cukup besar.

UPAYA   dosen Universitas Patria Artha (UPA) dalam meningkatkan kualitas keilmuannya dalam rangka memenangkan bantuan dana hibah program Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Simlitabmas) terus digenjot.

Salah satunya dilakukan dengan membekali para dosen dengan berbagai keterampilan, trik and trik untuk lolos memperoleh dana hibah yang rencananya akan dilakukan persiapan pengajuan proporsal pada April mendatang.

Pembekalan tersebut difasilitasi  Lembaga penelitian dan pengabdian pada Masyarakat  (LP2M) UPA melalui kegiatan “Workshop Peningkatan Mutu Dosen dalam Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat”.

Menurut Ketua LP2M, Nurmiati, workshop dilakukan agar dosen memiliki kemampuan lebih dalam tentang proposal yang diajukan, sehingga ketika nantinya dimasukkan peluang untuk bisa memperoleh bantuan cukup besar.

“Setiap tahun panduan penelitian terus mengalami perubahan, hingga tahun 2018 panduan penelitian yang berlaku adalah panduan XII makanya dilakukan workshop agar ada pembaharuan pengetahuan,”terangnya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara LP2M Universitas Patria Artha dengan LP2M Universitas Islam Makassar.

Acara ini berlangsung selama dua hari. Hadir sebagai narasumber Dr Ir Darmawan, Dr Ir Musdalifah, dan Ir Wawan. Peserta acara ini terdiri dari seluruh dosen tetap UPA.

“Kegiatan bertujuan untuk membantu para dosen dalam menyusun Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat sesuai dengan ketentuan dan buku panduan Dikti,”terangnya .

Tak hanya itu, pada dasarnya kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kualitas dan kemampuan, serta keterampilan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Mengingat, bahwa seorang dosen memiliki 3 tugas utama, yaitu tridharma perguruan tinggi sebagaimana ketentuan yang tercantum dalam peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dimana, setiap dosen melaksanakan tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) SKS dan paling banyak 16 (enam belas) SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya.

Ketentuannya, beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9 (sembilan) SKS yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan.

Lalu, beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan atau melalui lembaga lain. (SDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *