Berprestasi, Mahasiswa FTI UPA Ini Jadi Delegasi Kabupaten Gowa

Mahasiswa FTI UPA, Rauf

“Seperti Nur Hidayat Rauf, mahasiswa prodi Teknik Informatika FTI UPA yang berhasil menjadi delegasi Kabupaten Gowa pada Kongres Pemimpin Muda Sulawesi Selatan yang digelar 2017 lalu di Unhas.

Kongres tersebut merupakan pertemuan para perwakilan pemuda berprestasi yang berada di berbagai kabupaten / kota Sulawesi selatan”

Anda yang sedang berkuliah di Universitas Patria Artha (UPA) patut berbangga diri. Selain mendapat fasilitas yang nyaman, kompetensi pun terjamin dengan adanya sertifikat. Prestasi demi prestasi pun ditunjukkan civitas akademika UPA.

Seperti Nur Hidayat Rauf, mahasiswa prodi Teknik Informatika FTI UPA yang berhasil menjadi delegasi Kabupaten Gowa pada Kongres Pemimpin Muda Sulawesi Selatan yang digelar 2017 lalu di Unhas.

Kongres tersebut merupakan pertemuan para perwakilan pemuda berprestasi yang berada di berbagai kabupaten / kota Sulawesi selatan.

Pelaksana kegiatan ini adalah Forum Pemimpin Muda Indonesia (FPMI) yang bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta Pemprov Kab/kota se Sulsel.

Pada kongres ini, sebanyak 96 pemuda telah ditunjuk menjadi delegasi masing-masing daerah. Nur Hidayat Rauf merupakan salah satu seorang pemuda Kabupaten Gowa yang terpilih menjadi delegasi daerahnya.

“Pada kongres itu, kami membahas mengenai politik cerdas berintegritas,”ujar Dayat sapaan akrab Nur Hidayat Rauf.

Terkait tema tersebut, mahasiswa semester 4 ini menjelaskan, politik cerdas berintegritas berarti politik yang berdasarkan atas kemanusiaan yang adil dan beradab serta paham bahwa pemangku kebijakan hanyalah pelayan bagi yang dipimpinnya.

“Isu ini sangat relevan dengan keadaan sekarang, karena tahun ini kan tahun politik,” jelasnya.

Menurut Dayat, dalam era demokrasi saat ini, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun politik cerdas berintegritas. Sebab mahasiswa adalah para pelajar  yang sudah memiliki kemampuan menyampaikan pendapat/ide-ide yang cemerlang.

Terbukti di dalam bentangan sejarah negeri ini, mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan pada peristiwa Tritura, Supersemar, sampai pada penggulingan rezim otoriter.

“Saya senang bisa terpilih dan menyampaikan gagasan saya di depan banyak orang,”ungkapnya.

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelenggarakan Program Kelas Politik Cerdas Berintegritasi yang berjalan sejak 2016 di 9 provinsi di Tanah Air.

Ke-9 provinsi itu yakni Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

Program ini ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian untuk membangun kultur politik yang demokratis dan bebas dari korupsi.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Sujanarko menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan pembangunan politik Indonesia melalui pendekatan perbaikan aktor politik masa depan.

“Mereka dibekali dengan dasar-dasar politik yang cerdas dan berintegritas,” katanya.

Tentu saja, program ini sangat strategis dalam melahirkan calon-calon pemimpin yang berintegritas di masa mendatang. (DEE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *