Profesi Ini, Mampu Mensertifikasi Keahlian Seseorang

Ketua Dewan Pengarah LSP Maku, Bastian Lubis (kiri) bersama Direktur LSP Maku, Indri Septiani (kanan). (doc/UPA)

Ketua Dewan Pengarah LSP Maku, Bastian Lubis (kiri) bersama Direktur LSP Maku, Indri Septiani (kanan). (doc/UPA)

JANGAN mengaku ahli dalam sebuah profesi jika belum mampu melewati penilaian dan tes dari salah satu Asesor. Meski masih terbilang langka dan kurang familiar di masyarakat, profesi Asesor rupanya memiliki daya pikat lebih dalam menyatakan seseorang laik menyandang status “ahli” dibidangnya.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman, rupanya profesi Assesor semakin dicari karena keahliannya sangat menentukan nasib seseorang karena melakukan penilaian terhadap profesi yang kita miliki.

Nah, untuk mendapat predikat sebagai Assesor kini tak perlu jauh-jauh menjejal ilmu ke Pulau Jawa. Karena, di Makassar telah ada lembaga yang memiliki akreditasi dan reputasi mumpuni dalam menciptakan Assesor andal.

Adalah Lembaga Sertifikas Profesi Manajemen Keuangan (LSP MaKu) milik Yayasan Patria Artha yang secara berkelanjutan hadir memperlihatkan “taringnya” kepada pemilik profesi, bahwa betapa pentingnya seseorang untuk disertifikasi melalui Asesor.

Hal itu juga sangat diperlukan seiring dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menuntut agar keahlian seseorang bersertifikasi.

Untuk mendorong lahirnya Asesor andal, LSP MaKu senantiasa melakukan pelatihan kompetensi bagi para Asesor sebelum nantinya mereka melakukan sertifikasi terhadap seseorang.

LSP Manajemen Keuangan telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Angkatan V Tahun 2018, di Universitas Patria Artha sebagai Tempat Uji Kompetensi terverifikasi LSP Maku, When: Selasa – Sabtu, 20-24 Februari 2018.

Hadir dalam acara pembukaan adalah Ketua Dewan Pengarah LSP Maku, Bastian Lubis, Direktur LSP Maku, Indri Septiani, Direktur Lembaga Manajemen Universitas Patria Artha, Suhendra, Direktur Lembaga Penjaminan Mutu, Andi Murni Amin Situru, Pemateri dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi RI, Saleh dan Siti Saenab.

Direktur LSP Maku, Indri Septiani menjelaskan, peserta diklat dan sertifikasi asesor kompetensi ini terdiri atas akademisi, dosen, praktisi dari Asosiasi dan pegawai Pemda dan BUMD yaitu dari Universitas Patria Artha, Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia, Pemda Kabupaten Gorontalo dan PDAM Kota Makassar.

Dia menjelaskan, pelatihan ini penting mengingat jumlah angkatan kerja saat ini adalah 113 juta orang, yang telah tersertifikasi kurang lebih 2,3 juta orang atau sekitar 2,5%. Angka ini masih jauh dari harapan, yang seharusnya 10% dari jumlah angkatan kerja.

“LSP Maku tahun ini akan mensertifikasi minimal 3.000 orang, sehingga diperlukan peningkatan jumlah asesor kompetensi yang saat ini dimiliki LSP Maku sebanyak 72 orang,”ujarnya.

Ketua Dewan Pengarah LSP Maku, Bastian Lubis mengharapkan agar peserta serius dalam mengikuti diklat dan sertifikasi asesor kompetensi agar dapat berkontribusi menuju Indonesia Kompeten.

“Pada diklat ini peserta dibekali pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai Calon Asesor Kompetensi,”tuturnya.

Pada proses ujian, para Asesor diuji olejh Master Asesor yaitu Irwan Usman, Akbar Kadir dan Syairuddin yang telah mendapatkan penugasan dari BNSP untuk melakukan asesmen. (*)

LSP Manajemen Keuangan melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Angkatan V Tahun 2018 di Universitas Patria Artha. (doc/UPA)
LSP Manajemen Keuangan melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Angkatan V Tahun 2018 di Universitas Patria Artha. (doc/UPA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *