Inilah Partner KPK Jaring Koruptor di Makassar

Direktur Lembaga Manajemen (LM) Universitas Patria Artha Suhendra

Direktur Lembaga Manajemen (LM) Universitas Patria Artha Suhendra. (doc/UPA)

Lembaga Manajemen Universitas Patria Artha (UPA) Diakui KPK Bisa Bantu Berantas Korupsi

“Suhendra mengemukakan, keunggulan LM terdapat pada pelatihan yang sangat detail dan terfokus.  Selain itu, seluruh peserta pelatihan selanjutnya akan diuji sertifikasi bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Managemen Keuangan (LSP-MaKu)”

 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak henti berupaya menghilangkan praktek korupsi di tanah air.

Selain sosialisasi massif, KPK juga menggandeng beragam instansi mulai dari pemerintahan,  perusahaan hingga pendidikan.

Khusus intansi pendidikan, salah satu kampus yang digandeng KPK adalah Universitas Patria Artha (UPA).

Direktur Lembaga Manajemen (LM) Universitas Patria Artha Suhendra mengatakan, KPK telah mengakui UPA sebagai lembaga yang  dibutuhkan untuk menjadi seorang pengelola keuangan berkualitas.

“Kami (LM UPA) adalah satu-satunya di Indonesia yang menguji kompetensi di bidang keuangan,” ujar Suhendra.

Suhendra mengemukakan, keunggulan LM terdapat pada pelatihan yang sangat detail dan terfokus.  Selain itu, seluruh peserta pelatihan selanjutnya akan diuji sertifikasi bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Managemen Keuangan (LSP-MaKu).

Saat ini, pihaknya menyasar desa karena kucuran dana APBN untuk desa cukup besar yakni sudah mencapai 62 triliun.

Sementara perangkat desa belum memiliki keahlian dalam mengelola keuangannya.

“Jika tidak berhati-hati, maka hal ini akan berpotensi terjadi praktek korupsi. Terlebih 2018 merupakan tahun politik,” ungkapnya.

LM tidak hanya bergerak di sektor publik, namun sudah merambah sektor swasta. Sebut saja PT Telkom kemudian PDAM Makassar.

Bahkan, pihaknya juga melatih keterampilan kepala sekolah untuk menjadi manajer keuangan khususnya untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Khusus di pemerintahan, pihaknya menggalakkan diklat Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) yang merupakan ujung tombak dalam proses pengadaan.

Tak hanya itu, pihaknya pun telah menggandeng Quantum HRD
untuk penempatan jabatan atau assesment.

“Quantum HRD Ini mengubah budaya dari sebelumnya penempatan jabatan berdasarkan suka atau tidak suka, maka nantinya berdasarkan potensi masing-masing,”jelasnya.

Hingga kini, LM UPA telah melatih beberapa kabupaten kota di Sulsel antara lain  Luwu Utara, Gowa, Makassar, Pangkep, Pare pare dan Pinrang. Di luar Sulsel yakni Gorontalo dan ke depan menyasar Papua serta Kalimantan.

Lebih jauh, Suhendra menambahkan, indikator keberhasilan pelatihan LM UPA yakni laporan keuangan lebih cepat, tingkat kesalahan menurun, bendahara lebih transparan. (dee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *