Tahukah Kamu, Ada Profesi Perawat Udara? Ternyata Ada di Makassar!

Mahasiswa keperawatan Universitas Patria Artha belajar detail tentang keilmuan flight nurse

Mahasiswa keperawatan Universitas Patria Artha belajar detail tentang keilmuan flight nurse. (doc/UPA)

Universitas Patria Artha (UPA) Terapkan Konsentrasi Ilmu Perawat Udara

“Ketahuilah bahwa ada perbedaan sangat signifikan antara Nurse atau perawat biasa dengan Flight Nurse.

Sejumlah perusahaan besar serta perusahaan penerbangan internasional telah menerapkan aturan keberadaan Flight Nurse.

Di Indonesia sendiri masih sedikit institusi yang fokus mencetak Flight Nurse.

Nah, ternyata di Sulsel bahkan Indonesia Timur, Jurusa Keperawatan Universitas Patria Artha (UPA) adalah satu-satunya kampus yang fokus terhadap profesi ini”

Apa yang ada di benak anda jika mendengar kata perawat udara atau flight? Tentu masih asing bukan?. Umumnya, sebagian besar kita hanya mengenal dua profesi untuk di udara yakni pilot dan pramugari. Padahal, ada profesi lain yang perannya tidak kalah penting yaitu perawat udara.

Mengapa profesi ini penting? Karena seorang perawat udara menjadi tumpuan harapan para penumpang pesawat jika mengalami masalah kesehatan.

Profesi perawat udara ini tidak lepas dari kisah Ellen Church (1904 – 1965). Ellen adalah pramugari pertama di Dunia Sejak Wright Bersaudara menorehkan sejarah menerbangkan pesawat terbang bermesin pertama selama 12 detik pada 17 Desember 1903.

Peristiwa tersebut menjadi cikal bakal menggeliatnya dunia penerbangan hingga sekarang.

Awalnya, sampai dengan akhir Perang Dunia I, pesawat tempurlah yang mulai berkembang.

Setelah itu, pada dekade 1920-an, pesawat terbang sipil mulai berkembang di antaranya dipelopori oleh William Boeing dan Anthony Fokker.
William Boeing mendirikan industri pesawat terbang Boeing di Seattle, Amerika Serikat pada 1916, sedangkan Anthony Fokker (orang Belanda kelahiran Madiun, Indonesia) mendirikan industri pesawat terbang Fokker di Belanda pada tahun 1919.

Sepanjang dasawarsa 1920-an tersebut penerbangan komersil berkembang dengan lambat.

Salah satu alasan transportasi udara kurang populer, adalah kenyataan bahwa orang merasa transportasi udara masih berbahaya.

Ellen Church merupakan sosok yang berjasa mengubah citra transportasi udara.

Perempuan kelahiran Cresco, Iowa, Amerika Serikat, 22 September 1904 itu adalah seorang perawat (registered nurse). Hanya saja ketetarikan yang tinggi terhadap dunia penerbangan membuatnya menjadi seorang pilot.

Awalnya, Church melamar bekerja di Boeing Air Transport (BAT) (kini United Airlines) melamar sebagai pilot.

Akan tetapi, seorang pejabat BAT Steve Stimpson justru melihat hal yang lebih menjanjikan dari ide Ellen Church yaitu menempatkan perawat sebagai pramugari (stewardess/flight attendant) di dalam pesawat terbang.

Tugasnya antara lain untuk menenangkan penumpang yang takut terbang. Steve lalu menjual ide Ellen tersebut kepada atasannya.

Pada tahun 1930, Boeing Air Transport pun memulai percobaan berani yakni mengontrak delapan orang perawat yang dikenal dengan istilah The Original Eight sebagai pramugari dengan masa percobaan terbang selama tiga bulan. Ellen Church pun didaulat menjadi kepala pramugari.

Pada tanggal 15 Mei 1930, Ellen Church menjadi pramugari pertama di dunia yang menerbangi rute Oakland ke Chicago.

Adanya pramugari merupakan sukses yang tak terbantahkan bagi BAT.

Dalam waktu tiga tahun, berbagai maskapai penerbangan mengikuti jejak BAT dengan menempatkan pramugari pada pesawat terbangnya.

Persyaratan menjadi pramugari pada tahun 1930-an sangat ketat. Selaim harus seorang perawat, mereka harus wanita yang masih lajang, usia lebih muda dari 25 tahun, berat kurang dari 115 pon (sekitar 52 kg) dan tinggi kurang dari 5 kaki 4 inci (sekitar 162, 56 cm).

Pramugari pada masa itu jauh dari kesan glamor. Tidak hanya bertugas melayani penumpang, pramugari sering kali harus mengangkat koper-koper penumpang ke dalam pesawat, mengencangkan baut-baut kursi yang kendur, mengisi bahan bakar pesawat, bahkan membantu mendorong pesawat masuk ke hanggar.

Meski Ellen Church berjasa membuka jalan bagi wanita untuk bergelut di dunia penerbangan, dia menjadi pramugari selama delapan belas bulan.

Sesudah kecelakaan mobil yang mengakhiri kariernya sebagai pramugari, Church meraih gelar bachelor degree dari University of Minnesota dan meneruskan kariernya sebagai perawat.

Pada tahun 1942, selama Perang Dunia ke II, Ellen Church kembali ke angkasa sebagai flight nurse pada Army Nurse Corps dan dianugerahi Air Medal atas kepatriotannya selama perang.

Setelah PD II usia, Church pindah ke Terre Haute, Indiana, menjadi Direktur di Union Hospital dan menikah dengan Leonard Briggs Marshall, Direktur Utama Terre Haute First National Bank pada 1964.

Ellen Church meninggal pada 22 Agustus 1965 karena kecelakaan jatuh dari kuda. Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, bandar udara di kota kelahirannya Cresco, Iowa, diberi nama Ellen Church Field.

Riwayat di atas menerangkan bahwa perawat di udara dimulai sejak 15 Mei 1930, dimana perawat Ellen terbang mendampingi penumpang hanya untuk menenangkan penumpang agar mereka merasa aman dan nyaman, serta merawat penumpang yang sakit selama dalam penerbangan.

Dengan demikian tanggal tersebut pula dapat dijadikan sebagai hari lahirnya Perawat Udara di dunia.

Di Indonesia, keberadaan perawat udara sangat terasa pada saat evakuasi korban perang dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU pada tahun 1960 an.

Perawat udara telah ikut andil dalam operasi militer seperti operasi Permesta, operasi Dwikora, operasi Trikora dan operasi Seroja.

Para korban ini dibawa dari daerah pertempuran menuju ke rumah sakit yang lebih memadai.

Peristiwa dari masa ke masa tersebut cukup membuktikan jika seorang perawat udara sangat dibutuhkan.

Sudah seharusnya profesi ini diutamakan karena keilmuannya spesifik dan detail.

Ketahuilah bahwa ada perbedaan sangat signifikan antara Nurse atau perawat biasa dengan Flight Nurse.

Sejumlah perusahaan besar serta perusahaan penerbangan internasional telah menerapkan aturan keberadaan Flight Nurse.

Di Indonesia sendiri masih sedikit institusi yang fokus mencetak Flight Nurse.

Nah, ternyata di Sulsel bahkan Indonesia Timur, Jurusa Keperawatan Universitas Patria Artha (UPA) adalah satu-satunya kampus yang fokus terhadap profesi ini

Mahasiswanya mendapat pembelajaran tentang perawat pada umumnya namun ada spesifikasi tentang perawatan saat diudara.

Kedepannya, mereka akan memberikan sertifikasi tentang Flight Nurse untuk seluruh mahasiswa sebagai modal untuk ke luar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *