Universitas Patria Artha Patria Artha

Mengelola Perubahan Melalui Pendidikan dan Pelatihan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Bastian: Pusat tak Percaya Sulsel

Bastian: Pusat tak Percaya Sulsel

Surel Cetak PDF
Share

MAKASSAR,Upeks-Alokasi dana perbantuan APBN untuk Sulsel pada 2010 ternyata 'terjun bebas'. Bila pada 2009, total alokasi dana perbantuan APBN untuk Sulsel mencapai Rp977 miliar, maka tahun ini alokasi hanya mencapai Rp421 miliar atau turun 56,91%.
Demikian hasil telaah pengamat keuangan publik Universitas Patria Artha, Bastian Lubis SE MM, yang disampaikan Rabu (19/5) kemarin di Makassar. Bastian mengatakan, penurunan alokasi ini terjadi karena dipengaruhi buruknya kinerja pejabat-pejabat daerah yang berwenang untuk mengurusi dana ini.

"Mereka sepertinya kurang peduli dalam membuat perencanaan keuangan, pelaksanaan keuangan dan laporan pertanggungjawaban keuangan, sehingga departemen-departemen teknis tidak berani mengucurkan dananya ke Sulsel karena takut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat Sulsel, karena merosotnya dana pusat yang sesungguhnya masih sangat dibutuhkan," ungkap Bastian.
Solusinya, kata Bastian, para pejabat daerah terkait sudah seharusnya lebih memahami sistem pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan kualitas SDM di bidang keuangan.

 

Dari data yang dipaparkan Bastian ada 2 kabupaten yakni Barru dan Luwu Utara yang paling anjlok dalam menerima alokasi dana perbantuan pusat. Barru pada tahun 2009 menerima Rp21,117 miliar. Tetapi kemudian anjlok 90,3% pada tahun ini karena hanya menerima Rp2,044 miliar. Sedangkan Luwu Utara yang pada 2009 menerima Rp27,5 miliar, pada tahun ini hanya menerima Rp2,7 miliar.
Sementara lima kabupaten lainnya, yaitu Gowa, Bantaeng, Bone, Luwu dan Maros juga mengalami penurunan penerimaan alokasi dana perbantuan hingga 80%. Satu-satunya kabupaten di Sulsel yang tidak mengalami penurunan hanyalah Pinrang, yang tahun ini malah naik 1,43%, dari Rp31,7 miliar menjadi Rp32,16 miliar pada 2010.
"Pinrang memiliki sistem pengelolaan keuangan daerah yang cukup baik, sehingga di pusat, mereka bisa mendapatkan kepercayaan yang lebih baik untuk mengelola dana yang lebih besar," kata Bastian. (sil)

 

Sumber Berita:
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=47400

Tambah Komentar


Kode keamanan
Segarkan

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 26 April 2011 16:01